Genre: Blood, Hurt, Family
MUNING
Matahari belum cukup menguning. Ia
nampak bersembunyi di gumpalan awan. Malu-malu. Padahal ayam saja sudah main
teriak di kandang. Meminta sarapan pada sang majikan.
Di pinggir kota, bayang lelaki tua
memecah keheningan. Kakinya yang pincang menerobos barang bekas yang
berantakan. Bambu panjang yang dipegangnya terus mengulik tiada henti. Ia tak
menghiraukan dinginnya udara pagi yang menyusup merembes ke pori-pori. Ia juga mengabaikan
kulitnya hampir membeku akibat bersentuhan dengan berribu bulatan air. Yang
membuatnya perduli, adalah barang yang ia cari. Ia harus mengumpulkannya.