Genre: Romance
“Duduk diam begitu nggak akan
membuat kepalamu penuh ide tahu?!” Dony menyeretku pergi. Meninggalkan
berlembar kertas yang masih kosong, juga secangkir kopi yang belum sempat aku
cicipi. “Kau hanya membuang waktumu!”, tambahnya. Dony. Lelaki kecil yang sudah
beranjak dewasa. Ia bukan lagi Dony dari 13 tahun silam. Aku ingat, ia dulu
cengeng dan sering dibully. Tipe anak
penakut yang nggak bisa menerima kata-kata kasar. Membuatku harus berada di
sisinya untuk meredakan tangisnya.